Jakarta - Sejak kejadian naas pada Minggu (22/1/2012) kemarin, tempat kejadian Xenia yang menabrak 12 orang (9 di antaranya meninggal) terus menjadi objek tontonan warga. Karangan bunga mulai berdatangan di lokasi kejadian. Pantauan detikcom, Senin (23/1/2012) di Jl Ridwan Rais, Jakarta Pusat, tempat kejadian perkara insiden maut tersebut, banyak masyarakat yang memadati area itu. Lokasi kejadian sendiri ada di sekitar halte bus kota, yang tak jauh dari Kementerian Perdagangan.
Tampak police line yang terpasang mengitari halte tersebut. Di dalam area police line, terdapat karangan bunga besar dari DPW PKS Jakarta. "Turut Berduka Cita atas Korban Kecelakaan Maut," demikian tertulis dalam karangan bunga berukuran besar itu. Masih di dalam area police line, tampak beberapa warga meletakkan ikat bunga di tiang halte busway. Setidaknya sampai berita ini diturunkan terdapat lima ikat bunga yang disandarkan ke tiang halte busway. Berbeda dengan karangan bunga yang berukuran besar, lima ikat bunga yang ditaruh oleh warga tidak menyertakan nama pengirim. Karena ramainya situasi, Jl Ridwan Rais yang mengarah ke Tugu Tani menjadi tersendat. Banyak pengendara yang berhenti dan turun dari kendaraan untuk memotret atau hanya sekadar melihat-lihat. Hasil tes urine dari RS Kramat Jati, Jakarta Timur, Apriani bersama Deny Mulyana (30), Adistria Putri Grani (26) dan Arisendi (34) positif mengguanakan narkoba.
Polisi menetapkan Apriani sebagai tersangka dalam kecelakaan maut yang menewaskan 9 orang itu. Apriani ditahan di Polda Metro Jaya. Sedangkan tiga rekannya masih berstatus sebagai saksi. Sebelum kecelakaan terjadi, perempuan yang bekerja freelance di production house perfilman itu habis dari Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Saat kecelakaan mobil dipacu dengan kecepatan hingga 100 Km/Jam. Saat diperiksa Apriani tidak memiliki SIM dan STNK. Apriani Cs terancam dijerat dengan Undang-undang Narkotika dan Psikotropika.
Opini:
I think Affriyani is guilty. She used drugs and then drive a car, it can crush someone, and that's the fact. Beside it, she don't bring SIM and STNK. That's dangerous. But, if we think in her side, that's pity. We can't judge it with ownself. What will we feel if we are Afriyani? Don't make her too depressed....
Rabu, 15 Februari 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar